Pengacara Sukman Ambo Dalle Ditahan

PALU- Dunia pengacara/advokat Sulawesi Tengah dirundung kejadian memilukan. Salah satu pengacara kondang di Palu, Sukman Ambo Dalle SH, pada Kamis sore (5/2/2015) dijebloskan pihak Kejati Sulteng ke rumah tahanan Maesa, Palu. Sukman terlibat dugaan pemalsuan surat kuasa terkait dengan pembagian harta gono gini.

Kasus ini dilaporkan ke Polda Sulteng beberapa waktu lalu. Setelah berkasnya lengkap, Polda melimpahkan berkas perkaranya ke Kejati Sulteng. Untuk memperlancar proses hukumnya, penyidik Kejati resmi menahan Sukman yang statusnya sudah tersangka.

Terkait penahanan Sukman, pihak Rutan Palu juga membenarkan. Kepala Rutan, Giyono Am.Dip, yang dikonfirmasi tadi malam (6/2) mengakui bahwa sang pengacara sudah bermalam di Rutan Palu. Sejak Kamis sore sekitar pukul 17.00 wita, penyidik Kejati menahan yang bersangkutan dan menitipkannya sebagai tahanan sementara. “Benar. Sudah dua malam ini, dia (Sukman) ditahan di Rutan Palu,”jawab Giyono dari balik ponselnya.

Meski tidak mengetahui secara detail kasus yang menjerat Sukman, namun Giyono membenarkan bahwa dugaan pemalsuan surat yang menjerat Sukman. “Kalau tidak keliru, kasusnya pemalsuan surat, yang berhubungan dengan tanah. Itu informasi yang kami terima. Tapi untuk lebih jelasnya, bisa ditanya ke Kejati selaku penyidik,”kata kepala Rutan Palu.

Apa yang disampaikan kepala Rutan benar adanya. Informasi yang dihimpun Radar Sulteng di Kejati, Sukman terjerat dugaan menggunakan surat kuasa palsu dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Palu. “Ini kasus baru, bukan kasus lamanya. Sehubungan penggunaan surat kuasa palsu dalam kasus pembagian harta gono gini. Ada pemalsuan tandatangan includ di dalamnya,”terang sumber meminta namanya tak disebutkan.

Sebelumnya, nama pengacara satu ini juga santer menjadi perbincangan publik, karena terlibat kasus tanah dan dugaan penggelapan mobil. Dia dilaporkan pihak yang dirugikan hingga kasusnya bergulir sampai di meja Pengadilan Negeri Palu.

Sebelum ditahan, Kamis siang sekitar pukul 13.00 wita, Sukman terlihat mendatangi kantor Kejati di Jalan Samratulangi Palu. Rupanya hari itu, Polda melakukan pelimpahan berkas perkara atau tahap dua, pelimpahan tersangka dan barang bukti.

Setelah menerima pelimpahan berkas, Jasak Kejati memutuskan menahan yang bersangkutan demi kelancara penyidikan. Atas perbuatannya, Sukman dijerat pasal 263 ayat (2) KHUP tentang pemalsuan surat atau memalsukan surat. Ancaman hukuman yang menanti ketua Peradin Sulteng tersebut paling lama enam tahun penjara. (ma/*)

Sumber: radarsulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button