Pesta Sabu, BNNP Gerebek Rumah Warga

PALU – Petugas dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng berhasil menggerebek rumah warga yang dijadikan tempat pesta sabu. Di rumah tersebut, petugas mengamankan 7 orang warga yang tengah asik mengonsumsi sabu-sabu.

Penangkapan yang dilakukan oleh tim brantas BNNP Sulteng itu, dilakukan Jumat malam (13/3) lalu, sekitar pukul 23.00 wita di wilayah Tatanga. Penggerebekan dilakukan setelah petugas mendapat informasi memastikan bahwa benar rumah milik pelaku, FD (37) sering dijadikan tempat pesta sabu. “Selain menyediakan tempat, FD juga lah yang mengedarkan sabu kepada beberapa orang yang turut kami amankan,” ujar Kepala BNNP Sulteng, Kombes Pol Sutarso dihubungi Minggu (15/3) kemarin.

Selain FD, petugas juga mengamankan 6 orang lainnya. Dua di antaranya merupakan wanita muda. Mereka masing-masing berinisial ; MU (18), IS (18), RAS (21), FA (30), dan dua wanita yakni BZ (21) serta RA (21).

FD sendiri, disinyalir sudah lebih dari setahun melakukan bisnis haram tersebut. Di rumahnya di Jalan Lekatu, Kecamatan Tatanga, pelaku bahkan rela menyiapkan sebuah ruangan untuk pelanggannya mengkonsumsi sabu.

Saat penggerebekan, petugas berhasil menemukan dan mengamankan 1 paket sabu, 3 buah bong (alat isap sabu), korek api yang sudah dirakit dengan jarum, 1 buah pirex kaca,1 buah kaleng yang berisi alat untuk membuat alat hisap sabu, timbangan digital dan uang tunai sebesar Rp 1.250.000, yang diduga hasil dari transaksi penjualan sabu.

“Hasil tes urine menunjukan seluruhnya positif menggunakan sabu,” kata Sutarso.

Para pelaku sendiri, hingga kini masih diamankan di kantor BNNP Sulteng untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil interogasi sementara, sabu memang diperoleh dari FD. Menurut informasi masyarakat setempat, pelanggan dari FD, biasa datang sejak sore hingga dini hari, sehingga sangat meresahkan masyarakat disekitarnya. “Pelanggan dari FD ini cukup banyak dan sebagian dari mereka sudah kecanduan,” sebut Kepala BNNP.

Khusus bagi para pengguna yang kerap membeli kepada FD, dan bukan dari keenam orang yang diamankan itu, Sutarso mengimbau kepada mereka untuk segera melaporkan diri agar segera diberikan layanan rehabilitasi. “Kami imbau mereka yang masih merasa telah kecanduan segera datang ke Klinik BNNP Sulteng,” ajaknya.

Dia juga menjamin, bagi pengguna yang secara sadar melaporkan diri sebagai pengguna ataupun pecandu, tidak akan diproses hukum. Dengan catatan sebelum ditangkap petugas.

Tidak lupa, Kepala BNNP meminta masyarakat, jika mengetahui adanya informasi penyalahgunaan dan peredaran Narkoba agar segera memberikan informasi melalui hotline BNNP Sulteng di nomor 08114511344. (agg)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button