Pesta Sabu, BNNP Tangkap Pengusaha Kayu

PALU – Penyalahgunaan Narkotika di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu semakin mengkhawatirkan. Salah satunya yang terjadi di wilayah Kelurahan Kayumalue Pajeko. Rumah seorang warga setempat, kerap dijadikan tempat untuk pesta sabu-sabu.

Tidak ingin tinggal diam, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah melakukan penggrebekan di rumah warga tersebut, Sabtu (14/2) sekitar pukul 23.00 wita. Hasilnya, petugas mendapati 6 orang warga yang tengah asik pesta sabu. Dari enam orang yang ditangkap, satu diantaranya diketahui seorang pengusaha kayu berinisial AR (47).

Para pelaku tidak dapat berkutik, setelah sejumlah barang bukti diamankan dari rumah pelaku berinisial HN (35) tersebut. “Kami memang sudah lama menjadikan rumah tersebut sebagai target operasi (TO) selama berbulan-bulan. Terlebih masyarakat juga sering memberikan informasi adanya pesta sabu di rumah tersebut, hingga akhirnya mengamankan pemilik rumah dan sejumlah warga,” ujar Kepala BNNP Sulteng, Kombes Pol Sutarso, Minggu (15/2) kemarin.

Penyelidikan terhadap HN bersama salah seorang rekannya berinisial AR (47), yang diketahui seorang pengusaha kayu ternama, memang sudah lama dilakukan pengintaian oleh petugas. Penindakan sendiri dilakukan secara hati-hati, mengingat lokasi yang akan didatangi rawan gesekan dengan masyarakat lainnya. “Baru kemarin kita benar-benar bergerak, karena keadaan kami rasa memang sudah aman dan langsung mengamankan para pelaku,” jelas Sutarso.

Beberapa pelaku lainnya yang turut diamankan, diketahui masih berusia muda. Mereka yakni AC, MR, RF serta R. Para pelaku sendiri memang didominasi warga sekitar Kayumalue. Adapun barang bukti yang berhasil ditemukan, yakni sabu seberat 5 gram, 2 buah bong, timbangan digital dan uang senilai Rp 7.055.000 serta 9 unit handphone, yang dikumpulkan dari para pelaku. “Terkait siapa pemilik sabu 5 gram masih kami kembangkan. Namun kami curigai milik HN dan AR, yang memang kami duga sebagai bandar besar,” tegas Kombes Sutarso.

Dari informasi yang didapat petugas, tidak hanya kalangan dewasa, anak-anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar, kerap mendatangi rumah HN untuk membeli sabu. Paket yang ditawarkan sendiri untuk para pelajar ini, senilai Rp50 ribu. “Mereka datang tinggal bawa pirek dan dimasukkan kemudian dipakai rame-rame dengan temannya. Mereka belinya patungan,” ungkap Sutarso.

Penangkapan terhadap para pelaku ini, lanjut Sutarso, diharapkan pula dapat menekan angka penggunaan Narkoba di wilayah Kelurahan Kayumalue. Dari hasil tes urine sendiri para pelaku memang positif menggunakan Narkotika jenis sabu-sabu. Meski demikian, penetapan status tersangka terhadap keenamnya, masih menunggu pemeriksaan lanjutan, hingga batas waktu 3×24 jam. Sabu-sabu sendiri, diketahui didapatkan para pelaku dari wilayah Sulawesi Selatan.

Tidak hanya di satu TKP, kemarin pagi, petugas melanjutkan pengembangan ke rumah pengusaha berinisial AR, yang juga berada di Kelurahan Kayumalue Ngapa untuk mencari barang bukti lainnya. AR yang diduga kuat juga merupakan bandar besar dicurigai menyimpan sabu dengan jumlah banyak di dalam rumahnya. Namun penggeledahan selama setengah jam, tidak menemukan adanya barang bukti.

Lebih jauh disampaikan Sutarso, peran masyarakat sangat diperlukan, dalam memberikan informasi adanya tindakan penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing, seperti yang terjadi di wilayah Kayumalue. Masyarakat juga diminta mengerti dengan tugas-tugas dari BNNP Sulteng. “Ketika menyampaikan informasi, kami terlebih dahulu mendalaminya dan tidak langsung melakukan penangkapan. Sehingga masyarakat jangan kemudian menjadi putus asa,” pungkasnya. (af/*)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button