Petani Garam Blokade Reklamasi Pantai

PULUHAN petani garam memblokade jalan masuk angkutan timbunan reklamasi pantai di dekat penggaraman Talise, Palu, Jumat (19/9). Tak hanya itu, petani tersebut juga memasang spanduk bertuiliskan “Kami Ptenai Garam Talise Menolak Reklamasi Pantai di Lokasi Penggaraman Sebelum Lahan Kami Terjual”.
Aksi itu dilakukan sebagai buntut kekecewaan para petani garam yang dijanjikan oleh pemerintah bahwa semua lahan penggaraman itu akan dibeli oleh investor. Namun hingga kini, janji itu tak kunjung terealisir.
Sahlan, salah seorang petani garam di kawasan itu menegaskan, pihaknya terpaksa memblokade akses masuk itu agar reklamasi itu terhenti. Reklamasi menurutnya berdampak buruk, terutama kepada kualitas garam. Dalam jangka pendek, kualitas garam menurun karena debu-debu beterbangan ke lahan penggarama akibat aktivitas penimbunan pantai tersebut. Dalam jangka panjang, pantai yang direklamasi akan mempengaurhi kualitas air laut yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan garam.
Warga mengaku sangat kecewa dengan janji-janji manis Pemkot Palu, dalam hal ini Wakil Walikota Palu yang saat penimbunan perdana lalu, dinyatakan jika reklamasi berjalan maka lahan penggaraman akan segera dibayar, tapi kenyataannya hampir dua tahun berjalan, tak ada pembayaran sepeserpun.
Ironisnya kata Shalan, setiap kali Warga menagih janji, hanya selalu di janji -janji namun tidak ada bukti terkait kapan kepastian  waktu pembayaran Lokasi.” Intinya kami semua warga Talise khususnya petani garam  menolak adanya reklamasi sampai lokasi kami dibayarkan,” cetusnya.
Sementara  itu, salahs eorang petani garam lainnya meminta kepada Pemkot  agar segera menepati janjinya, terutama membayar seluruh lahan pegaraman  milik petani, jika tidak maka Warga akan tetap bersepakat akan menolak dan menghentikan aktivitas reklamasi Pantai Talise. “ Sebelum lokasi kami dibayarkan, kami akan menghentikan dan menolak reklamasi pantai,” tegasnya. (af)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button