Trending

Pimpinan PTN Harus Lebih Kreatif dan Tidak Monoton

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia berulangkali menegaskan bahwa menjadi tugas universitas untuk mencetak mahasiswa yang unggul dan utuh. Ia pun menjelaskan bahwa utuh yang dimaksud yaitu sehat jasmani, sehat rohani, berbudi pekerti, dan memiliki visi kebangsaan yang baik.

Pada awal pidatonya yang ditayangkan dalam Channel YouTube Sekretariat Negara (Setneg), Presiden Jokowi mengungkapkan mengenai tantangan percepatan gelombang besar perubahan dunia. “Kita tahu bapak ibu rektor bahwa revolusi industri 4.0, distrubsi teknologi, pendemi ini mempercepat gelombang besar perubahan dunia sehingga yang terjadi adalah ketidakpastian itu sangat tinggi sekali, sekali lagi ketidakpastian itu menjadi tinggi sekali” tegas Jokowi pada pertemuan yang dihadiri secara virtual oleh para rektor Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia.

Maka Ia pun mengharapkan bahwa perguruan tinggi mampu menghasilkan mahasiswa yang siap menghadapi tantangan tersebut.

Jokowi juga menuturkan bahwa perguruan tinggi harus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah sesuai talentanya dan jangan menjadikan program studi menjadi pagar penghalang untuk itu. Maka ia mengharapkan perguruan tinggi bisa memfasilitas mahasiswa dengan memperbanyak mata kuliah pilihan baik itu didalam kampus maupun diluar kampus.
“Berikan mahasiswa kemerdekaan untuk belajar, belajar kepada siapa saja, belajar kepada praktisi, pada industri, karena sebagian besar mahasiswa nanti akan menjadi praktisi. Itulah esensi merdeka belajar, dimana mahasiswa merdeka untuk belajar, dan juga kampus memperoleh kemerdekaan untuk berinovasi” jelas Presiden.

Lebih lanjut, sehubungan dengan percepatan perkembangan dunia Jokowi mengharapkan perguruan tinggi mampu untuk berdaptasi dan update dengan transisi yang sangat cepat sehingga bisa menghasilkan mahasiswa hybrid skill.

Ia memberikan contoh bagaimana fakultas kedokteran harus adaptif dengan menyajikan mata kuliah mengenai robotic karena bidang kedokteran saat ini telah memanfaatkan advance robotic. “Kita semuanya harus selalu update terhadap teknologi, agriculture technology, ada pemupukan pakai drone, pengairan, panen, pengolahan tanah, semuanya, melihat teknologi begitu sangat cepatnya berubah” jelasnya.

Oleh karena itu ia mengharapkan agar pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa harus diajarkan ilmu-ilmu terkini.

Selanjutnya Jokowi juga mengatakan bahwa mahasiswa merupakan tanggungjawab perguruan tinggi bukan hanya di dalam kampus, tapi juga di luar kampus. Di dalam kampus, kata Jokowi, mahasiswa dididik mengenai pancasila dan kebangsaan. “Namun, di luar kampus ada yang didik mahasiswa jadi ekstrimis garis keras, jadi radikalis garis keras, lah untuk apa?” tutur dia.

Bahkan Presiden ke-7 RI ini menjelaskan bahwa persoalan makan mahasiswa juga menjadi tanggungjawab rektor dan jajarannya. Dia memberikan contoh bagaimana mahasiswa UGM yang menderita penyakit hepatitis dan tipes karena makanannya yang tidak higienis sehingga hal tersebut harus diperhatikan. “Tanggungjawab rektor ya di dalam kampus, ya diluar kampus” tutupnya. (ss04)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button