Trending

Pintu Damai Sudah Tertutup bagi Prof Djayani Nurdin

Pegawai UPT Pengelolaan Lingkungan/Natalita menutup pintu maaf bagi Prof. Djayani Nurdin. Itu karena dalam kurun waktu 3×24 jam, Prof. Jayani tidak menyampaikan klarifikasi atas pernyataannya yang menyinggung pegawai Natalita di podcast YouTube FaktaSulteng beberapa waktu lalu.

Taufik, Koordinator Parang Natalita yang juga menjadi orator dalam aksi damai pada Selasa (21/9) lalu menyatakan, tidak ada niat baik dari Prof. Djayani. Yang bersangkutan juga tidak menunjukkan itikad baiknya. “Orang seperti dia itu bukti bahwa dia sombong. Kami tahu dan sadar diri, kami ini masyarakat kecil yang diusik oleh pernyataan sembarangan seorang dosen yang pendidikannya tinggi. Mungkin karena pendidikannya tinggi dan dia kaya raya sehingga tidak ada itikad baiknya kepada kami masyarakat kecil yang telah tergores perasaannya ini,” jelas Taufik.

Atas dasar itu juga, Taufik bersama pegawai Natalita menyatakan sikap, karena sudah diberikan waktu selama tiga hari dan tidak dimanfaatkan oleh Prof. Djayani, maka mereka menutup pintu maaf bagi Djayani Nurdin. “Tapi jangan salah, kami akan terus menunggu dan mencari orang itu di dalam kampus. Kami akan tanya ke fakultasnya, kapan semua jadwal mengajarnya itu supaya kami bisa menunggu karena rindu bertemu dengan profesor yang kaya raya itu,” ujar Taufik.

Sebelumnya, pada Selasa (21/9) lalu, pegawai Natalita menggelar aksi di Rektorat dan Dekanat Fakultas Ekonomi. Mereka menyampaikan aspirasinya sekaligus meminta pertanggungjawaban Djayani Nurdin atas pernyataannya yang menyatakan bahwa Natalita ilegal. Padahal, sebagaimana brosur pernyataan yang dibagikan dalam aksi, Natalita jelas merupakan struktur legal di Untad sesuai Permenristekdikti Nomor 44 tahun 2017 Tentang OTK Universitas Tadulako. (ss11/***)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button