Polda Hentikan Penyelidikan Kasus PT. MAP

PALU – Setelah  hampir setahun menyelidiki dugaan kasus illegal mining kepada PT. Mutiara Alam Perkasa (MAP), akhirnya Polda Sulteng menerbitkan SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan atas kasus perusahaan tambang yang berlokasi di Batusuya, Donggala tersebut.

Penghentian kasus itu dilatari oleh keterangan ahli yang menyebutkan bahwa kesalahan dalam kasus itu hanya bersifat administrasi saja.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto mengatakan, pada awal penyelidikan hingga dinaikan ke penyidikan, penyidik menemukan dua alat bukti yang mengarah ke tindakan pidana. “Namun setelah berkas dilimpahkan ke kejaksaan, mereka berpendapat bahwa kasus ini hanya kesalahan administrasi saja,” sebutnya, Jumat (10/4/2015).

Hari mengatakan, pihakya sempat meminta keterangan dari ahli terutama dari pakar hokum administrasi. Keterangan saksi ahli itu menyebutkan bahwa memang terjadi kesalahan administrasi. “Karena penyidik juga ingin memberikan kepastian hukum kepada mereka-mereka yang sempat dijadikan tersangka, sehingga SP3 pun diterbitkan,” sebutnya.

Sebelumnya, kasus yang juga menyeret nama Kadis ESDM Donggala, Syamsu Alam itu telah sempat menyita sejumlah barang bukti  seperti 1 unit crusher, 1 unit loader merk Caterpilar, 3 unit dump truck, serta 1 bundel izin usaha dan 9 tumpukan material dikembalikan kepada PT MAP. Kesemua barang bukti dikembalikan ke PT. MAP, imbuhnya.

Meski demikian, jika terdapat bukti-bukti baru, tidak menutup kemungkinan kasus tersebut akan kembali dibuka. (afd)

sumber: beritapalu.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button