Polda Sulteng Amankan 153 Picis Ebony dari Poso

PALU – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulteng menyita kayu jenis ebony, yang diduga ilegal. Ratusan picis kayu dilindungi itu disita petugas dari salah satu tempat pengolahan kayu di wilayah Kabupaten Poso.

Kayu ebony atau yang lebih dikenal kayu hitam itu, diduga milik Aras, yang juga pemilik tempat pengolahan kayu, di Desa Tumora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto kemarin, mengatakan pemilik kayu ebony tersebut tidak mampu menunjukkan dokumen terkait izin 153 picis kayu hitam tersebut. “Dokumen yang ditunjukkan hanya tanda daftar industri (TDI) dan izin tempat usaha saja. Sementara untuk izin pengolahan kayu ebony tidak ada,” ujar Hari.

Barang bukti sendiri sempat diamankan ke Polsek Poso Pesisir Utara, namun Jumat (13/3) sudah diangkut menuju gudang barang bukti Polda Sulteng di Palu. Hingga kini petugas masih akan menyelidiki kasus ini dengan memeriksa lebih lanjut pemilik maupun dokumen-dokumen yang dipegang. “Nanti penyidik Ditreskrimsus juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperi Dinas Kehutanan,” pungkas Hari.

Untuk diketahui, ebony atau kayu hitam memang banyak diburu, karena kualitasnya yang bagus. Hal ini menyebabkan kayu jenis ebony kian langka yang tumbuh hanya di hutan Sulawesi. Untuk itu pemerintah telah mengeluarkan aturan, agar tidak ada lagi tebangan baru khusus kayu jenis ebony. Namun kenyataan di lapangan, masih saja ditemukan para pemain kayu ebony yang tidak berdomumen. (agg)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button