Polisi Terkendala Kumpulkan Dokumen

PALU – Penyidik Polda Sulteng mengalami kendala dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung DPRD Sulteng. Pasalnya, dokumen-dokumen terkait pembangunan gedung yang menggunakan dana APBD 2007-2008 ini, perlu waktu lama bagi penyidik untuk mengumpulkannya.

Kepada Radar Sulteng, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto mengungkapkan, dokumen-dokumen terkait pembangunan itu saat ini dipegang oleh sejumlah pejabat lama yang terkait pembangunan gedung. Untuk mendapatkan dokumen-dokumen tersebut, polisi memerlukan waktu yang tidak cepat. “Hingga saat ini kasusnya memang masih Puldata dan Pulbaket (pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan). Untuk dokumen-dokumen itu dipegang pejabat lama yang keberadaannya masih kita telusuri juga,” kata Hari, Minggu (22/2) kemarin.

Ini lah, sebut Hari, yang membuat penyidik sedikit terkendala dan terkesan lama dalam penyelidikan dalam kasus ini. Namun demikian, penyidik kata Hari tetap akan serius menangani kasus ini, dan mencari sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangannya. “Kami juga berharap kalau para pejabat-pejabat yang berwenang dalam pembangunan gedung ini dahulu, bisa bekerjasama dengan kami dan datang sendiri membawa dokumen-dokumen terkait pembangunan gedung tersebut agar kami bisa lihat ada tidaknya unsur melanggar hukum dalam pembangunan gedung tersebut,” papar Kabid Humas.

Sejumlah sorotan yang dilontarkan sejumlah pihak terkait lambannya kasus ini, menurut Kabid Humas menjadi cambuk bagi kepolisian untuk bekerja lebih giat lagi. Namun demikian, diakui Hari, kasus korupsi tidak sama dengan kasus-kasus tindak pidana biasa lainnya. “Dalam kasus korupsi, perlu pembuktian yang detail sebelum menentukan ada tidaknya unsur korupsi didalamnya. Yang jelas kita tetap merespon apa yang menjadi keinginan masyarakat untuk mengungkap kasus ini,” jelasnya.

Seperti diketahui, bahwa gedung baru DPRD Sulteng yang menelan anggaran senilai Rp16 miliar tersebut, tidak ditempati oleh para anggota dewan. Alasannya, berdasarkan pemeriksaan tim ahli terjadi kemiringan gedung. Kasus ini pun diselidiki karena ada dugaan kesalahan pengerjaan oleh pelaksana proyek tersebut. (agg)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button