PPRC TNI Mulai Serang Gunung Biru

POSO – Mulai hari ini (Selasa,30/3) pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) TNI melaksanakan latihan perang di Gunung Biru Tamanjeka kecamatan Poso Pesisir kabupaten Poso. Sebanyak 3.222 pasukan diterjunkan berlatih perang di pegunungan yang dikenal luas masyarakat sebagai sarang persembunyian kelompok teroris Santoso alias Abu Wardah.

Selain ribuan pasukan, TNI juga akan mengerahkan lima kapal perang pengebom, 6 pesawat tempur serbu F-16, dan peluncuran belasan roket marinir. Diantara kapal perang yang dikerahkan ke Poso untuk menyerang gunung biru adalah Kapal Perang Hasanudin.

Sementara penyerangan udara akan dilakukan pesawat F-16 dengan masing-masing pesawat akan menjatuhkan bom sebanyak 6 buah. Daya rusak bom mencapai luas satu hektar per buah bom. Latihan perang bertema “PPRC Melaksanakan Operasi Militer Untuk Perang (OMP) Dengan Melaksanakan Penindakan Awal Untuk Menghancurkan Agressor Guna Merebut Kembali Poso Sulteng Dalam Rangka Mempertahankan Keutuhan Kedaulatan NKRI”.
Direktur pelatihan perang PPRC TNI, Brigjen TNI Surawahadi pada pemaparannya kepada wartawan dihadapan Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Pos Pengendali Latihan Perang Bandara Kasiguncu menjelaskan latihan perang PPRC merupakan latihan perang gabungan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Latihan diskenariokan pada perlawanan PPRC TNI terhadap kelompok radikal. Sebab disadari bersama bahwa perkembangan dunia sekarang dihadapkan pada  issue ancaman keamanan kelompok radikalisme. Isue adanya kelompok radikalisme juga ada di Indonesia.

“Ada negara terror yang memiliki kekuatan lumayan besar. Dan mereka ingin menguasai tiga negara. Yaitu Tailand, Indonesia, dan philipina,” terangnya pada awal penjelasan scenario latihan perang. Untuk ke Indonesia, lanjut jenderal Bintang Satu di pundak ini, negara terror mengirim satu devisi dengan kekuatan lumayan kuat. Tapi kekuatan devisi terror yang dikirim dari negara terror itu bisa dihancurkan sebagian oleh pasukan TNI yang disiapkan dan akhirnya hanya menyisakan sekitar satu pleton masuk ke daerah Gunung Biru.

“Kekuatan kelompok radikal inilah yang kita skenariokan untuk diserang dan dilumpuhkan,” tandasnya.
Pada latihan perang yang diskenariokan, serangan pertama ke gunung biru menggunakan kekuatan rudal yang ditembakan dari empat kapal perang RI. Salah satu kapal perang yang akan memberikan bantuan tembakan kapal (BTK) adalah kapal perang Hasanudin. Setelah penembakan dari kapal perang, pasukan marinir akan turun dari kapal dan merangsak naik ke gunug biru menggunakan tank dan sebagian berjalan kaki.

Pergerakan pasukan marinir diawali terlebih dulu dengan serangan bom roket dari pesawat tempur dan disusul serangan roket marinir. “Sasaran serangan perang yang di skenariokan adalah tempat kekuatan kelompok radikal,” sebut Surawahadi. Pergerakan pasukan marinir diikuti oleh pasukan elit angkatan darat (Kopassus) dan pasukan elit angkatan udara (Kopaskhasau) melalui titik dan jalur yang telah ditentukan.

Khusus pasukan Linud akan terjun dari pesawat di daerah persawahan desa Masani. “Pasukan Linud yang akan turun sebanyak satu batalyon,” rincinya. Dalam latihan perang, selain pesawat dan kapal perang, TNI juga mengerahkan 5 helikopter, dua helibel, 2 heli L-35. Latihan tempur berat ini akan dilakukan PPRC TNI selama sehari.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan  selain melaksanakan latihan operasi perang, TNI juga menggelar latihan operasi intelejen, operasi teritorial, dan operasi kamtibmas. Operasi diawali dengan operasi intelejen. Operasi intelejen dilakukan dengan memberi gambaran soal situasi Poso, situasi medan operasi, dan situasi cuaca. Operasi intelejen dilanjutkan dengan operasi tempur.

“Setelah operasi tempur selesai, dilakukanlah operasi teritorial. Karenanya besok (hari ini, red) kita akan melaksanakan operasi teritorial. Selanjutnya operasi rehabilitasi yang akan juga dilakukan oleh PPRC dan kesatuan TNI lain,” jelas jenderal bintang empat ini.

Bentuk operasi rehabilitasi dalam bentuk rehabilitasi fisik dan rehabilitasi bangunan. Lalu dalam bentuk apa operasi teritorial yang akan dilaksanakan TNI di Poso? Pangdam VII/WRB Mayjend TNI Bactiar menyebut operasi teritorial dalam bentuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Bentuk nyatanya berupa bakti social pengobatan gratis, operasi bibir sumbing, sunatan massal, donor darah, operasi katarak, dan bedah rumah warga miskin sebanyak 200 rumah.

“TNI juga akan membangun jenbatan dan pipanisasi sambungan air bersih,” lanjut Pangdam.
Di informasikan, latihan perang PPRC TNI yang dimulakan pada Selasa (31/3) pukul 04:00 Wita ini akan dikendalikan langsung panglima TNI Moeldoko. Panglima TNI Moeldoko tiba di Poso pada Senin (30/3) pukul 16:00 wita. Tiba di Bandara Kasiguncu dengan menggunakan pesawat TNI AU, Moeldoko didamping dua kepala Staf TNI. Yaitu kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo  dan kepala staf TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi. Sebagai pejabat negara yang baru tiba di Poso, Panglima TNI Moeldoko disambut dengan penyambutan adat Poso, Pekasiwia.

Proses penyambutan adat disaksikan Bupati Piet Inkiriwang dan anggota Muspida Poso. Hadir juga Wagub Sudarto, Kapolda Sulteng Idham Azis dan sejumlah jenderal bintang tiga, bintang dua dan bintang satu TNI. (bud)

Sumber: radarsulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button