Prof. Basir Kembali Pimpin Untad

PALU – Prof. Dr. Ir. Muh. Basir Cyio, SE, MS kembali memimpin Universitas Tadulako (Untad) periode 2015-2019 setelah terpilih dalam rapat senat Untad yang mengagendakan Pemilihan Retor Untad di IT Center Untad, Kamis (9/10/2014).

Prof. Basir dalam pemilihan itu meraih suara telak dengan perolehan 93 suara dari 73 suara anggota senat plus 37 suara dari Kemendikbud RI atau total 105 suara yang berhak memilih. Dua kandidat lainnya, yakni Dr. Supriadi, SH, MHum dan Dr. Syahruddin Hattab, MSi masing-masing mendapatkan 9 dan 3 suara.

Pemilihan rektor itu berlangsung cukup tegang terutama memasuki babak perhitungan suara. Gemuruh tepuk tangan bersahutan ketika saksi yang ditugaskan membuka dan menyebut kertas suara meneriakkan nama Prof. Basir Cyio untuk kertas suara pertama kalinya. Sesaat kemudian menjadi hening kembali setelah nama Dr. Supriadi juga disebut.

Bisik-bisik di antara anggota senat terjadi ketika suara untuk Prof Basir Cyio melaju meninggalkan dua kandidat lainnya jauh dibelakang hingga mencapai angka 50 suara. Sekali lagi gemuruh tepuk tangan bersahutan ketika suara Basir Cyio mencapai angka tengah yang tidak mungkin dikejar dua kandidat lainnya, yakni 52 suara. Tepuk tangan riuh ketiga kalinya membahana ketika suara dinyatakan habis dan petugas mengakumulasi perolehan total suara.

Sejumlah pihak telah memprediksi sebelumnya jika perolehan suara Prof. Basir Cyio bakal jauh menjulang tinggi seperti sebelumnya ketika babak penyaringan 3 kandidat rektor pada 22 September 2014, dimana Prof. Basir meraih suara terbanyak sebesar 40 suara dibanding tiga rival lainnya, masing-masing 12, 8, dan 7 suara.

“Mayoritas anggota senat masih tetap mendukung pak Prof. Basir untuk jadi Rektor, karena anda lihat sendiri kan perubahan-perubahan yang sudah dilakukan semasa beliau mempin Untad ini, baik fisik maupun dari sisi akademis,” ujar salah seorang anggota senat yang menolak namanya dituliskan. “Kalau ini hukum, maka ini hukum tak tertulis sebetulnya,” selorohnya lagi.

Pemilihan rektor Untad yang berlangsung sekitar pukul 15.00 Wita itu juga sempat diwarnai dengan aksi walk out dari dua anggota senat yakni Prof. Chairil Anwar, SE, MA, Ph.d yang sebelumnya juga mencalonkan diri menjadi rektor Untad namun tersingkir dari bursa pada babak pemilihan sebelumnya. Anggota senat lainnya yang juga walk out adalah Prof. Dr Ir Hj Marhawati Mappatoba yang juga adalah istri dari Prof. Chairil Anwar, SE, MA, Ph.d. Tidak diketahui secara jelas penyebab aksi keduanya yang langsung meninggalkan ruang senat tempat digelarnya pemilihan tersebut.

Meski diwarnai dengan aksi walk out, namun itu tidak mempengaruhi jalannya rapat senat. Bahkan seorang dosen yang menonton langsung acara pemilihan rektor tersebut di layar kaca di ruang lobi IT Center Untad sempat mengomentarinya. “Gak ngaruh, mau walk out atau tidak walk out tetap saja gak ngaruh,” ujarnya sinis.

Prof. Basir Cyio setelah dinyatakan meraih suara terbanyak menanggapi, aksi walk out itu adalah hal wajar dan itulah demokrasi, tak perlu dibesar-besarkan. Terpenting menurutnya adalah, bahwa jabatan rektor adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan ia mengajak semua komponen untuk ikut secara aktif membesarkan Untad. “Mari kita bawa Untad menjadi lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI, Dr. Ila Saila yang hadir mewakil Mendikbud menanggapinya, walk out itu adalah biasa. Menurutnya, ada seribu satu macam masalah yang sering dihadapi di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Tapi katanya lagi, bukan itu yang seharusnya menjadi perhatian.

“Bukan itu inti persoalannya, maukah kita membahas itu dan sementara itu orang-orang di tempat lainnya sudah sedemikian majunya. Tentu tidak, mari kita fokus pada apa yang harus kita lakukan ke depan, bagaimana mengembangkan Untad menjadi lebih baik lagi,” sebutnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, Prof. Basir Cyio yang terpilih sebagai Rektor Untad periode 2015-2019 atau yang kedua kalinya ini, direncanakan akan dilantik pada awal Maret 2015 mendatang karena jabatan rektor saat ini masih disandangnya akan berakhir pada Maret 2015. (af)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button