PT HIP Keberatan Pindah Pelabuhan

BUOL – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol mengembangkan wisata bahari di lokasi pelabuhan Kumaligon terus dimatangkan. Pasca relokasi warga yang bermukim dekat pelabuhan pesisir pantai Kumaligon, atau dusun logpon,  pemkab segera membangun kawasan tersebut.

”Kalau untuk warga yang direlokasi, jumlanya 24 kepala keluarga, dan sekarang dinas teknis sudah saya perintahkan untuk melaksanakan tugasnya, ”kata Bupati Buol Amirudin Rauf, pada Radar Sulteng belum lama ini
Amirudin menjelaskan, kawasan laut Kumaligon yang berbentuk semacam danau cukup menarik jika ditata dan dikembangkan dengan
baik. Keindahan lautnya yang teduh dengan terumbu karang yang beraneka ragam warna, serta kehidupan satwa laut yang banyak, bisa diperkenalkan kepada para wisatawan yang datang berkunjung ke daerah ini.

Menurutnya, penataan kawasan wisata bahari itu sudah dimasukan dalam program fisik di anggaran APBD 2015. Mulai dari membangun tembok beton di tempat strategis, yang menarik bagi warga yang datang berkunjung, serta aman bisa menikmati pemandangan alam laut dari dekat. Selain itu, pemkab juga akan menyediakan fasilitas penunjang lainnya untuk kelengkapan obyek wisata, yang gunakan para pengunjung.

”Kalau pembangunan kawasan obyek wisata ini sudah terlaksana, pasti wisatawan dari luar daerah ataupun luar negeri setiap akhir pekan ramai berkunjung ke Buol, untuk menikmati pemandangan alam laut di daerah kita, ”katanya.
Dia menjelaskan, untuk memperluas areal penataan kawasan wisata laut Kumaligon, Pemkab meminta kepada perusahaan PT Hardaya Inti Plantation (PT HIP) agar tempat penampungan dan dermaga pelabuhan pemuatan atau pengapalan minyak sawit mentah (CPO) supaya di pindahkan ke areal lain. Kebetulan pemkab sudah mempersiapkan lokasinya, tidak jauh dari pelabuhan sebelumnya.

Sejak adanya aktifitas pemuatan CPO milik perusahaan, ungkapnya, kondisi terumbu karang laut sudah banyak yang rusak, akibat tersentuh kapal laut yang lewat.

”Untuk melakukan penataan wisata pelabuhan, perusahaan harus di pindahkan, karena sedikit mengganggu pengembangan obyek wisata kedepan, ”tandasnya.

Sementara itu, General PT HIP, Ruwandi SAB, mengatakan, rencana pemkab untuk menjadikan kawasan pelabuhan Kumaligon Dusun logpon untuk dijadikan kawasan wisata bahari, pihak perusahaan memberikan dukungan positif untuk pengembangannya, namun kata Ruwandi, jika pelabuhan tempat pengapalan minyak CPO diminta untuk dipindahkan. Maka perusahaan sedikit merasa keberatan dengan langkah yang dilakukanpemkab, dengan pertimbangan untuk bangun baru fisik dermaga pelabuhan, dan pemindahan fasilitas pabrik penampungan minyak sawit dari pabrik yang ada di kebun, memerlukan biaya yang besar dan memakan waktu yang cukup lama.

 

Kata dia, seharusnya pemkab memberikan solusi untuk melibatkan perusahaan, atau bekerja sama dalam hal membangun kawasan tersebut menjadi obyek wisata, dan mamanfaatkan fasilitas milik perusahaan seperti pabrik tempat penampungan dijadikan tempat pengembangan peneilitian bagi anak sekolah, guna memajukan dunia pendidikan di daerah itu kedepan.

Dia menambahkan, pembangunan fasilitas pelabuhan di Kumaligon merupakan rintisan perusahaan bersama pemerintah sebelumnya, maka tentu dipandang perlu untuk mengkaji kembali sejarah tersebut agar pemerintah sekarang lebih bijak untuk mempertimbangkannya, apalagi areal lokasi tersebut adalah milik perusahaan.

”Yang jelas, kami dari perusahaan bersedia untuk bekerja sama dalam membangun kawasan wisata di daerah ini, ”tegas Ruwandi.(af/*)

Sumber: RadarSulteng

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button