Rektor Perluas Bantuan Publikasi di IPCC

Termasuk yang Terbit di Jurnal Q4

——

Bantuan publikasi artikel yang terbit di Jurnal internasiona diperluas hingga jurnal yang masih berada pada Q4. Jika selama ini hanya artikel yang terbit di Jurnal Q1-Q3, maka kini yang Jurnal Q4, bahkan yang tidak masuk Q4 namun terbit di jurnal internasional, konten tulisannya dinilai berbobot dan menambah khazanah keilmuan.

Demikian disampaikan Rektor Untad Prof Dr Ir Mahfudz MP., IPU., ASEAN Eng, sebagaimana ditirukan Pembina IPCC Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS., IPU., ASEAN Eng, Jumat (17/9) kemarin. Menurut Rektor, bantuan itu bisa melalui penggantian setelah terbit atau setelah ada invoice dari jurnal tempat suatu artikel akan diterbitkan setelah ada letter acceptance. 

Menurut Prof Basir, pihaknya sudah disampaikan Pak Rektor soal bantuan itu, dengan harapan jangan ada bapak ibu dosen yang terhambat karena pembayaran. Jadi tidak harus ditangani IPPCC tetapi yang penting ada Invoice, dan bukan dari Jurnal predator, tegas Prof Basir.

Sebagaimana yang pernah disampaikan Rektor bahwa bagi dosen yang memiliki keterbatasan untuk translate, IPCC dapat memfasilitasi untuk dikirim ke translator bersetifikat termasuk untuk proofreading, sesuai dengan hasil Kerjasama dengan pihak Newcastle Universty. Namun demikian, jika ada bantuan dari fakultas tentu diharapkan tidak lagi memohon ke Rektorat (IPCC, red), agar tidak terjadi double penganggaran.

Selama ini, kata Prof Basir, ada invoice yang dibayarkan hingga Rp 33 juta bahkan ada yang 40 juta satu artikel. Namun ada juga yang hanya Rp 3 jutaan. Ini membuktikan, kata Prof Basir, betapa Rektor Prof Mahfudz sangat memperhatikan kepentingan dosenyang ingin naik pangkat, terang Prof Basir. 

“Jadi sekarang, dosen harus pahami bahwa Rektor menyediakan bantuan untuk kenaikan pangkat dan jafung dosen, khususnya yang ke gurubesar dan lektor kepala. Hanya saja, yang kurang adalah artikel yang terbit di jurnal bereputasi internasional, dan ini memang menjadi Indeks Kinerja Utama (IKU) Rektor di mata Mas Menteri Nadiem Makarim,” tutup Prof Basir, dengan nada penuh harap ke depan semakin banyak dosen yang naik jafung, khususnya ke jenjang profesor.(ss02).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button