TIPS AWET MUDA

Anda tidak bisa melakukan apapun untuk mengurangi pertambahan usia anda. Namun, para dokter dan ilmuwan terus-menerus menemukan tindakan-tindakan yang bisa anda lakukan untuk membalikkan waktu dengan memfokuskan diri pada usia biologis dan psikologis anda. Usia psikologis anda adalah pengalaman subjektif mengenai seberapa tuakah anda menurut diri anda sendiri. Sementara usia biologis anda dapat ditentukan dengan mengukur beberapa faktor diantaranya memanej stress, mengatur pola makan dan rileksasi otak.  Simak cerita  berikut  yang bisa membuat anda rileks :

Seorang istri menyambut suaminya pulang kantor, dengan senyum mesra.

Istri : “Mas aku terlambat satu bulan, kita akan punya bayi. Tapi berhubung tadi aku baru test ke dokter, jangan kasih tau siapapun ya, entar malu kalau nggak jadi”.
Besok paginya ada tukang tagih listrik mengetok pintu. Setelah dibukakan si Tukang Listrik bilang ke Istri……
Tukang Listrik : “Bu, anda terlambat satu bulan”
Istri : “Hah dari mana anda tau ?”
Tukang Listrik : “Ini ada di catatan kami…”
Istri : “Haaah… masa sampai ada di catatanmu?”
Besok paginya si Suami pergi ke kantor pembayaran listrik dengan marahnya.
Suami : “Bagaimana ini, kok anda bisa tau istri saya terlambat satu bulan?”
Tukang Listrik : “Sabar, sabar pak… Kalau anda ingin catatan itu dihapus anda tinggal bayar saja kepada kami…”.
(Wah… pemerasan nih !) pikirnya.
Suami : “Lalu kalau saya nekat nggak mau bayar?”
Tukang Listrik : “Punya anda akan saya putus…!!!”
Suami’ : “Wah… kalau punya saya diputus, istri saya dirumah pakai apa?”
Tukang Listrik : “Yaaa… istri anda kan bisa pakai lilin !

————————————

Suatu hari di salah satu ruangan di gedung MPR/DPR. Seorang anggota dewan yang baru diangkat, tampak masih canggung, lugu dan serba kikuk. Rupanya dia wakil dari daerah dan belum pernah bekerja atau punya ruangan yang megah. Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangannya. Setelah dibuka, berdiri dihadapannya 2 orang dengan kopor besar dan segulungan kabel. “Wah…, ini pasti wartawan TV yg mau mewawancarai aku…”, pikirnya dalam hati.

Agar tampak berwibawa dan membela rakyat, sambil melihat jam dan mengangkat telepon dia berkata: “Maaf tunggu sebentar, saat ini saya harus menghubungi ketua fraksi untuk melaporkan hasil-hasil sidang hari ini…” Kemudian selama beberapa puluh menit dia menelpon dan terlibat pembicaraan tingkat tinggi, sambil sekali-sekali menyebut-nyebut ‘demi rakyat’ atau ‘kepentingan rakyat’ keras-keras.

Setelah selesai sambil meletakan gagang telepon dia berkata pada dua orang tamunya tsb. “Nah, sekarang wawancara bisa kita mulai…” Kedua orang itu tampak bingung dan berpandangan satu sama lain. Akhirnya salah satunya berkata: “Maaf pak…, kami datang kesini mau memasang saluran telepon bapak…”

————————————

Lelaki buta memasuki rumah makan. Benny pemilik rumah makan sekaligus berperan sebagai pelayan datang sambil menyodorkan daftar menu.

“Saya orang buta, tentu saja tidak bisa membaca daftar menu, tolong bawakan sendok kotor yang telah dipakai pengunjung sebelumnya dan saya akan menciumnya. Dari situ nanti saya akan tahu masakan apa yang enak untuk dipesan,” kata lelaki buta tersebut.

Ia menciumnya dan berkata, “Saya pesan pepes ikan mas dan sayur asam”.

Dengan agak terperanjat Benny menulis pesanannya. Menu itu memang menjadi pesanan favorit rumah makan itu.

Beberapa hari kemudian, lelaki buta tersebut datang lagi. Sekali lagi Ia minta sendok bekas pakai untuk dibaui, tetapi bukan yang habis dipakai untuk makan pepes dan sayur asam. Hanya ada satu sendok yang habis dipakai untuk menu lainnya.

“Bau sendok ini enak juga, sepertinya habis dipakai untuk makan ayam bakar dengan lalapan dan sambal terasi.”

Benny mengiyakan dan lelaki buta pun memesan masakan itu. Lelaki buta utk ketiga kalinya datang lagi dikemudian hari. Ia datang lebih awal ketika belum ada satu pengunjungpun yang datang sehingga tidak ada bekas sendok pakai yang bisa disodorkan. Entah darimana datangnya tiba-tiba sifat iseng Benny muncul.

Ia mendatangi isterinya yang berperan sebagai tukang masak didapur. Disodorkannya sebuah sendok dan berkata,”Lilis, kamu usapkan sendok ini dianu-mu”
“Apa-apaan sih, Mas??!!!” tanya Lilis tidak mengerti.
“Udahlah nurut aja demi kemajuan rumah makan kita” kata Benny setengah memaksa.

Lilis pun menurut, mengusapkan sendok di “anu-nya” dan mengembalikannya ke Benny. Dibawanya sendok tersebut ke lelaki buta yang sedang duduk menunggu. Begitu Ia membauinya, sambil mengusap keningnya, lelaki buta itu berkata,

“Haahh!! Lilis kerja disini,…???

Selamat Beristrahat.

————————————- (bs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button