Rumdis Guru di Bukal Butuh Perhatian Pemkab

BUOL- Para guru di  SDN 7 Kecamatan Bukal Kabupaten Buol, kini meminta perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dinas Dikpora) untuk memberikan anggaran perbaikan rumah dinas (rumdis) yang sekarang cukup memprihatinkan, karena tidak layak huni. Rumdis tersebut sejak di bangun beberapa tahun silam, sudah mengalami kerusakan yang serius. Mulai dari lantai, dinding, plafon, maupun atap seng sudah bocor.

”Beginilah keadaan kami selaku guru, menempati rumah dinas yang sudah rusak parah, ”ungkap salah seorang guru di SDN 7 Bukal, yang meminta namanya tidak dikorankan, kepada Radar Sulteng, Jum’at (21/2).

Menurutnya, selama mereka menempati rumdis, bersama keluarga kondisi dalam ruangan  rumah itu cukup memprihatinkan. Setiap musim hujan, air selalu masuk melaui atap seng yang bocor. Begitu juga dengan plafon, dinding papan kayu, yang rata-rata sudah lapuk di makan rayap, karena dimakan usia. Merekamengaku tidak memiliki uang yang cukupuntuk digunakan memperbaiki bangunan tersebut.

Kata dia, sebelum mereka menempati rumdis, ternak warga yang berkeliaran seperti sapi dan kambing keluar masuk dan membuang kotoran di lantai. Bahkan, kalau sudah musim hujan pasti air tergenang di lantai, sampai di halaman rumdis, sampai berhari-hari baru kering.

“Hanya karena tugas sebagai guru di desa, kami rela bertahan untuk tetap tinggal  dan melaksanakan kewajiban mengajar setiap hari di sekolah ini, ”ujar guru tersebut

Dia berharap, kiranya Pemkab Buol, melalui dinas teknis bisa memperhatikan nasib mereka yang tinggal di rumdis yang sudah tidak layak huni itu, dan secepatnya mengambil langkah-langkah untuk memberikan anggaran rehab bangunan.

“Mudah-mudahan, tahun ini bupati dan DPRD memberikan anggaran perbaikan rumah agar tempat tinggal untuk mengabdi sebagai guru di sekolah ini, benar-benar terjamin baik, ”tandasnya.

Sementara itu, Ramlah Kepsek SDN 7 Bukal menuturkan, apa yang disampaikan guru tersebut memang benar, bahwa rumdis yang mereka tempati bersama kepsek tersebut sudah sangat parah. Bertahun-tahun belum mendapat kucuran dana, untuk memperbaiki kondisi bangunan yang sudah di makan rayap dan usia.

”Saya selaku Kepsek yang baru, telah mengusulkan ke musrembang desa, dan dinas teknis untuk meminta bantuan dana, agar bangunan ini dapat diperhatikan. Supaya, guru-guru yang tinggal di rumah dinas ini nyaman melaksanakan tugasnya setiap hari, ”pungkas Ramlah.(tam)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button