Serpihan Air Asia Ditemukan di Perairan Donggala

DONGGALA – Sebuah kabin pesawat yang diduga adalah serpihan pesawat Air Asia QZ-8501 yang jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Selatan pada 28/12/2014 lalu ditemukan oleh Lamuri, seorang nelayan asal Desa Towale, Banawa, Donggala, Sulawesi Tengah di perairan Towale, Selat Makassar pada Senin (26/1/2015).

Meskipun Lamuri menemukannya sejak Senin pekan lalu, namun baru dibawa dan dilaporkan ke Polres Donggala pada Selasa (3/2/2015) kemarin. “Sejak saya temukan barang itu, langsung saya laporkan ke RT di tempat saya, tapi rupanya tidak digubris. Nanti ada intel dari Polres yang dengar baru saya diminta agar langsung dilaporkan ke Polres,” ujar Lamuri kepada wartawan di Kantor Polres Donggala, Selasa (3/2/2015).

Ia menuturkan, penemuan kabin pesawat itu terjadi secara tidak sengaja. Awalnya ia mengaku pergi memancing di sektiar perairan Towale yang masih masuk kawasan Selat makassar bersama anaknya. Usai memancing, ia mendayung perahunya untuk pulang. Namun di tengah jalan ia melihat benda putih terapung. Ia menghampiri benda itu dan menduga-duga kalau itu adalah serpihan pesawat yang sering diberitakan di media.

Ia kemudian mengambil benda tersebut dan membawanya pulang ke rumah dan langsung menyampaikan ke RT setempat. Namun setelah sepekan dilaporkan ke RT tersebut tidak ada tindaklanjut, hingga seseorang datang dan menyarankan agar melaporkannya langsung ke Polres Donggala.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto yang langsung bertandang ke Polres Donggala setelah mendapatkan informasi tersebut menyatakan agar Kapolres Donggala memerintahkan anggotanya segera mengamankan benda tersebut. “Kapolres kemudian melapor kepada Kapolda yang kemudian diarahkan agar segera berkoordinasi dengan pihak Basarnas,” jelas Kabid Humas.

Setelah dikoordinasikan, satu tim SAR dari Basarnas yang telah disiagakan untuk memback-up kegiatan pencarian korban dan serpihan Pesawat AirAsia di wilayah Majene, Sulawesi Barat tiba dipimpin Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Palu, George LM Randang. Benda tersebut pun kemudian diserahkan kepolisian kepada Kantor SAR Palu.

George menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan penemuan benda tersebut kepada Posko pencarian Air Asia di Surabaya dan masih menunggu petunjuk selanjutnya . “Apakah nantinya akan dikirim dan disatukan dengan sejumlah temuan-temuan di wilayah Majene, ataukah langsung dikirimkan ke Surabaya atau Jakarta, itu masih menunggu petunjuk dari Posko. Kita ikuti petunjuk dari pusat dulu. Untuk sementara benda ini akan kami bawa ke Kantor SAR Palu, sambil menunggu perintah selanjutnya,” jelas George. (af)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button