Soal Plt Kapolri, DPR Minta Penjelasan

JAKARTA – Penundaan pelantikan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan dan pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti mulai mengundang penolakan dari unsur-unsur DPR. Jika beberapa saat setelah Presiden Jokowi mengumumkan keputusannya pada Jumat malam (16/1) sebagian anggota DPR mendukung, dua hari kemudian banyak yang beralih menyatakan penolakan.

Yang cukup lantang, antara lain, Wakil Ketua Komisi III Desmond J. Mahesa. Menurut politikus asal Partai Gerindra itu, Jokowi tidak mengerti hukum. Sebab, seharusnya setiap perubahan terkait kebijakan negara harus sepengetahuan DPR. Apalagi pengangkatan Plt Kapolri. ”Ini tiba-tiba diangkat Plt tanpa persetujuan kami. Harusnya kan bersurat dulu,” jelasnya.

Banyak kabar yang mengatakan bahwa presiden sudah menghubungi pimpinan DPR terkait Plt tersebut. Yakni, lewat Menko Polhukam. Namun, dia dengan tegas membantah kabar tersebut. ”Sampai saat ini belum ada pemberitahuan ke DPR. Perlu digarisbawahi, bersurat pada DPR, bukan menelepon ketua dewan,” tegasnya.

Keyakinan Desmond bahwa Jokowi dan stafnya tidak paham hukum semakin kuat. Sebab, di dalam UU No 2 Tahun 2002 pasal 11 tentang Polri disebutkan, presiden berhak mengangkat Plt jika dalam keadaan mendesak. Misalnya, Kapolri menyalahi sumpah jabatan. Desmond mengatakan bahwa Sutarman tidak pernah melanggar sumpah jabatan. Jadi, menurut dia, saat ini tidak ditemukan situasi mendesak.

Selain itu, kata dia, sifat Plt sangat membingungkan DPR. Desmond mengatakan, saat ini calon Kapolri Budi Gunawan belum diangkat. Sebaliknya, mantan Kapolri Sutarman sudah diberhentikan DPR. Nah, Badrodin yang menjabat Plt saat ini berposisi melaksanakan tugas siapa. ”Saat ini kan Budi Gunawan belum dilantik. Sutarman sudah purna. Lalu, Badrodin ini Plt siapa?” ujarnya.

Untuk itu, Desmond mengaku akan akan mendesak komisi III untuk meminta penjelasan kepada presiden. Desmond mengatakan, dewan bisa menggunakan hak-hak anggota seperti hak interpelasi dan hak angket. Mekanismenya sama dengan interpelasi BBM, yakni yang sepakat dengan memanggil presiden menandatangani kertas dukungan. ”Cukup dengan 25 orang sudah bisa memanggil presiden,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III Aziz Syamsudin yang semula mengaku memahami keputusan Jokowi malah mengatakan, presiden harus melantik Kapolri yang baru. Sebab, ke depan DPR menggelar rapat-rapat dengan Kapolri terkait pengamanan dan penyikapan travel ban di Surabaya. ”Ini butuh kebijakan yang strategis dari Kapolri,” ujarnya.

Bukan Plt

Kebingungan DPR atas status jabatan Plt Kapolri dijawab Komjen Pol Badrodin Haiti. Jenderal bintang tiga itu menegaskan bahwa jabatannya sekarang bukan pelaksana tugas Kapolri. Menurut dia, istilah pelaksana tugas tak ada dalam keputusan presiden. ”Jabatan saya tetap wakil kepala Polri yang melaksanakan tugas, wewenang, dan tanggung jawab Kapolri,” kata Badrodin di kompleks istana kepresidenan.

Menurut Badrodin, tak ada perbedaan antara tugas, wewenang, serta tanggung jawab yang dimiliki Kapolri terdahulu, Jenderal Sutarman, dan dirinya. ”Tidak ada bedanya dengan tugas Kapolri,” ujarnya. Dengan demikian, Badrodin dapat memutasi pegawai dan menggunakan anggaran.

Mantan Kapolda Jatim itu menuturkan akan mengemban tugas, wewenang, dan tanggung jawab Kapolri hingga Kapolri terpilih dilantik presiden. Dia mengaku tak tahu sampai kapan menjalankan tugas tersebut.

Sementara itu, Kadivhumas Irjen Ronny F. Sompie memastikan hingga saat ini Budi Gunawan masih menjadi Kalemdikpol dan Sutarman rencananya melakukan serah terima jabatan (sertijab) dalam waktu dekat. ”Ya, sertijab belum dilakukan, masih informal,” tuturnya.

Namun, yang pasti Sutarman hari ini tidak masuk kantor. Belum ada penjelasan terkait mengapa Sutarman belum bekerja. ”Ya, saya dapat informasi memang belum ngantor,” paparnya.

Selain itu, soal sertijab mantan Kabareskrim Komjen Suhardi Alius kepada Irjen Budi Waseso yang ditutupi-tutupi, Ronny menjelaskan bahwa sertijab itu sama sekali tidak tertutup. Tapi, memang tidak diumumkan kepada semuanya. ”Kami tidak menutupinya kok. Pak Suhardi datang dan memberikan sambutan,” paparnya. (af/*)

Sumber: Jawapos

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button