Surat Terbuka Prof Khairil, Warga Perdos Untad

Asaalamu Alaikum Warahmatullah….

Salam sehat Pa Wali, Keluarga dan Seluruh Jajaran. Semoga kita semua selalu dalam Lindungan-Nya, Allahumma Amiiin Ya Rabbal Alamiiin….🙏🙏🙏

*Salam Kemerdekaan Pa Wali, Alhamdulillah 76 Tahun Negeri Kita Sudah Merdeka*

Tabe Pa Wali dan Seluruh Jajaran Petugas Satgas yang kami hormati.

Mohon ijin Perkenankan saya, Prof. Khairil, salah seorang warga perdos menyampaikan aspirasi kami terkait dengan Kebijakan Bapak Wali Lock Mikro Efektif (LME) Untuk Perum Dosen.

*Pertama,* Rasa terima kasih kami Kepada Bapak Wali dan Seluruh Jajaran atas segala kepedulian juga perhatian pada warga Perdos.
Rasa syukur dan Rasa hormat Pa Wali dari kami.

*Kedua*, Efek fisik dan psikis atas kebijakan LME yang Bapak terapkan pada kami sungguh sangat besar Pa Wali. Beberapa diantaranya: Warga Perdos yang lebih memilih “mengungsi ke rumah saudara” daripada seolah kami “dipenjara” di rumah sendiri. Bahkan rasanya miris dan sedih, ada warga yang lebih memilih ke hotel Pa Wali, drpd harus menjalani semua kebijakan LME. Sungguh rasa tidak aman yang mereka rasakan.
Belum lagi rasa was was kami dengan rencana petugas antigen yang akan datang ke rumah rumah kami padahal sebagian besar dari kami tidak bergejala dan sehat.

*Ketiga*, mohon bisa menjadi pertimbangan. Berapa banyak anggaran yang Pa Wali dan Tim habiskan untuk kebijakan LME di Perdos ? Sementara layanan Rumah Sakit saja hampir semua orang mengeluh. RS Penuh, bahkan ada yang harus di rawat di tenda dll. Kenapa tidak anggaran ini untuk perbaikan layanan, prasarana dan kesejahteraan petugas medis ?

*Keempat*, Dengan segala Hormat kami Pa Wali, ketika petugas Antigen datang ke Rumah kami, mohon ijin kami akan menolak bukan karena tidak mau test rapid tapi kami akan repid melalui layanan yang lain, termasuk melalui Maxima yang bisa kami panggil ke rumah. Mungkin kami akan mengeluarkan biaya, tapi isya Allah kami sanggup dan ikhlas, drpd kami tidak tenang dengan petugas medis yang Bapak turunkan untuk kami.
Bukankah Substansinya adalah hasil test Antigen atau Swab ?

*Kelima*, bukankah Untad punya satgas covid ? Apakah petugas satgas untad juga dilibatkan ? Kenapa bukan teman2 satgas di Untad yang diberi kepercayaan mengawal kebijakan Pa Wali khusus wilayah Perdos.

*Keenam*, dalam kebijakan disebutkan bahwa ketika hasil test kami positif, kami langsung dibawa ke Bapelkes. Sementara, ketika kami ke RS, dokter saja menganjurkan kami isoman.
Andai kami ( Semoga tidak) pun positif, ijinkan kami melakukan isoman tidak perlu ke Bapelkes. Insya Allah kami akan jauh lebih sehat di rumah sendiri drpd harus dibawa ke Bapelkes.
*Mohon Pa Wali dan Tim betul2 mempertimbangkan efek psikis yang kami rasakan.*
(Ini Pengalaman Pribadi Saya setelah hasil antigen saya positif, saya lalu Isoman bersama Keluarga di rumah. Alhamdulillah sekarang kami sudah negatif semua).

Tabe Pa Wali….
Sungguh masih banyak yang ingin kami sampaikan tp kami coba mengambil mana yang lebih penting dan substansi.

*Mohon Maaf Beribu Maaf Pa Wali, Andai apa yang kami sampaikan kurang berkenan di hati Pa Wali. Tidak ada maksud untuk saling menyalahkan, lebih pada niat untuk kita saling mengingatkan*

Salam hormat kami Pa Wali,
Warga Perdos,

Prof. Khairil.

Related Articles

Back to top button