Talu Art ke-11 Mulai Dipersiapkan, Usung Tema “Mematua”

PALU – Mengulang sukses dari pertunjukan seni dan budaya bertajuk Talu Art di Kabupaten Sigi yang telah menyelesaikan 10 episode sejak awal 2014 lalu, kini sejumlah sanggar seni mulai mempersiapkan kembali perhelatan seni budaya independen itu untuk ke-11 kalinya.
Kepada beritapalu.com, Izat Gunawan – pioner Talu Art tersebut disela-sela perencanaan pentas mengatakan, untuk Talu Art ke-11 yang direncanakan pada 26 April mendatang di Kampung Pompepayo, Kotapulu, Sigi akan mengusung tema “Mematua”, atau dalam pengertian sehari-hari berarti mengantar pengantin perempuan ke rumah mempelai laki-laki usai akad nikah.
Pertunjukan kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya karena kali ini benar-benar mengangkat realitas ke atas panggung pertunjukan. “Pada Talu Art ke-11 ini akan kita mengangkat nilai-nilai seni dan budaya dari prosesi Mematua yang lazim dilakukan oleh masyarakat atau etnis Kaili pada prosesi pernikahan. Yang menarik adalah prosesi itu dituangkan dalam bentuk pertunjukan seni budaya. Prosesi ini benar-benar terjadi. Artinya, pelakonnya memang faktanya sedang menjalani ritual mematua itu sebagai bagian dari ritual pernikahannya,” ujar Izat Gunawan.
Untuk perhelatan independen tersebut, sejumlah persiapan sudah dilakukan, diantaranya membuat panggung dari bambu berbentuk Tambi atau rumah adat. “Semua perlengkapan pentas diadakan secara swadaya. Seluruh komunitas seni yang masuk dalam jaringan Talu Art ikut berpartisipasi secara sukarela. Ada yang membawa babu, jerami, peralatan musik dan sebagainya,” sebutnya.
Menurutnya, independensi dan swadaya menurutnya adalah semangat yang terus dipatrikan dalam berkesenian di Talu Art. “Nafas dari Talu Art ini ini adalah independensi dan keswadayaan. Kita tidak tergantung pada siapapun,” jelas pemegang lisensi “Tahu Dum-Dum” yang kesohor itu. (afd)

sumber: beritapalu.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button