Tersangka Korupsi Pembangunan Ruko Donggala Ditetapkan

PALU – Rumah Toko (Ruko) milik Pemkab Donggala yang dibangun dengan dana APBD 2013 di bilangan Jalan Gajah Mada Palu diindikasikan dikorupsi. Setelah dilakukan penyidikan, Polda Sulteng akhirnya menguatkan jika diduga terjadi praktik korupsi dan bahkan mentapkan tersangkanya.

Plh Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Utoro Saputro pada Rabu (29/10/2014) lalu mengatakan, tersangkanya adalah satu orang yang tak lain adalah kontraktor pembangunan tersebut, inisialnya Ib. “Penyelidikan sudah kita lakukan, dan dari hasil lidik itu kita tingkatkan ke penyidikan dan menetapkan kontraktornya sebagai tersangka,” ungkap Utoro.

Penyidsikan yang dilakukan, dugaan praktik korupsi itu dilakukan dengan modus mark up volume pekerjaan serta harga satuan bahan-bahan konstruksi. Anggaran pembangunan Ruko itu sendiri senilai Rp11 miliar. “Kami sudah meminta ahli konstruksi untuk lihat langsung dan memang terjadi mark-up di dalamnya,” sebutnya.

Ia memperkirakan, kerugian atas praktik itu mencapai Rp.1 milyar. Tapi itu katanya masih bersifat perkiraan, angka pastinya akan ditunggu dari laporan audit oleh BPKP. Ia juga menyebutkan bahwa sementara ini masih satu yang ditetapkan sebagai tersangka dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah. Hingga saat ini, sedikitnya sudah 15 saksi yang dimintai keterangan.

Sekadar informasi, proyek Ruko tersebut dibangun di masa peralihan kepemimpinan antara Bupati Habir Ponulele kepada Kasman Lassa oleh Dinas PU Kabupaten Donggala. Belakangan diketahui bahwa ruko yang dibangun bukannya 11 unit tetapi bertambah satu menjadi 12 unit. “Satu Ruko yang dibangun berdekatan dengan 11 Ruko dan itu milik pribadi, bukan milik Pemkab Donggal, dan itu tidak benar,” pungkas Utoro. (af/*)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button