Tidak Ada Kelangkaan Elpiji Bersubsidi di Palu

PALU – PT Pertamina menegaskan tidak ada kelangkaan elpiji 3 kg bersubsidi di Kota Palu pasca kenaikan harga elpiji tabung 12 kilogram belum lama ini.

“Kenaikan harga elpiji 12 kg tidak signifikan memengaruhi permintaan terhadap tabung elpiji 3 kilogram. Kalau ada kios yang mengaku kekosongan stok, itu hanya terjadi satu-dua hari untuk menunggu waktu distribusi berikutnya,” kata Bagus Sulistio Hadi, Sales Executive Elpiji PT. Pertamina Wilayah V belum lama ini.

Hal itu dikatakan untuk menanggapi adanya keluhan warga seolah-olah elpiji 3 kg menjadi sulit didapatkan karena permintaannya melonjak setelah harga elpiji 12 kg naik dari Rp 118 ribuan per tabung menjadi Rp 140 ribu.

Menurut Bagus, bisa saja ada agen pengecer yang kehabisan stok elpiji 3 kg, tetapi itu tidak semata karena membludaknya pembeli melainkan karena menunggu jadwal distribusi berikutnya. “Kami mendistribusikan elpiji kepada agen dan pengecer setiap tiga atau empat hari sekali. Jadi bisa saja ada agen yang kehabisan stok pada satu atau dua hari sebelum stok baru tiba,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap hari Pertamina Palu mendistribusikan elpiji bersubsidi tabung 3 kg sebanyak 25 ton dan tabung 12 kg 17 ton di wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi yang telah mendapatkan program konversi minyak tanah ke gas. (af/*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button