TNI Akan Kosongkan Tiga Kampung di Poso

POSO – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengosongkan tiga kampung di wilayah kecamatan Poso Pesisir kabupaten Poso menyusul akan dilaksanakannya latihan perang pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) di kawasan hutan Gunung Biru dusun Tamanjeka kecamatan Poso Pesisir, pada 31 Maret hingga 24 April 2015.    Kawasan hutan gunung Biru dusun Tamanjeka, selama ini dikenal menjadi lokasi persembunyian kelompok Santoso alias Abu Wardah yang mendeklarasikan diri sebagai ISIS wilayah Poso.

Pengosongan kampung dari warga akan dilakukan pada Senin (30/3/2015) atau sehari sebelum latihan perang dimulai pada Selasa (31/3/2015. “Kita kosongkan kampung untuk menghindari dampak dari latihan perang. Sebab latihan perang ini menggunakan persenjataan berat,” kata Komandan Kodim 1307 Poso, Letkol Inf Eron Firmansyah, pada wartawan Rabu (25/3).

Tiga kampung yang akan dikosongkan TNI masing-masing adalah dusun Tamanjeka desa Masani, desa Ueralulu, dan kampung Sipatuo (Maros). Ketiga kampung tersebut berada di wilayah kecamatan Poso Pesisir.  Warga yang bakal dikosongkan dari tiga kampung ini akan dimobilisasi atau diungsikan ke desa terdekat. Seperti ke desa Tokorondo, desa Masani, dan desa Tiwa’a.

Di desa tempat pengungsian, warga Tamanjeka, Ueralulu dan Sipatuo (Maros) akan ditampung ditempat/fasilitas umum milik desa (Baruga desa). Selama ditempat penampungan (pengungsian), seluruh warga yang diungsikan ini akan mendapat perlindungan, bantuan sekaligus jaminan hidup dari TNI.   “Bagi warga yang meminta menumpang di rumah keluarga atau kerabat, maka kita persilahkan,” jelas Dandim Eron.
Selama kampung dikosongkan, kampung Tamanjeka, Ueralulu dan Sipatuo (Maros) akan di duduki pasukan TNI dari Kodim dan Batayon 714 Sintuwu Maroso. Keberadaan pasukan Kodim dan Yonif 714 ditugaskan untuk menjaga keamanan kampung dari tindak criminal seperti pencurian. Selama dalam pemgungsian, seluruh warga mendapat jaminan hidup.
Dipastikan Eron, pengosongan tidak akan berlangsung lama. Yaitu hanya dua hari, sejak Senin (30/3) sore hingga Selasa (31/3) pagi. Latihan perang berlangsung pada malam hari. Karena itu pada tanggal 31 Maret sore, warga Tamanjeka, Ueralulu dan Sipatuo bisa kembali pulang kerumah masing-masing.  “Latihan perang kita tidak lama. Paling sehari atau dua hari. Setelah itu warga ditiga kampung ini bisa kembali ke rumah masing-masing,” tukas perwira dua melati di pundak ini.

Yang perlu diketahui public, lanjut Dandim, bahwa keberadaan pasukan PPRC  yang merupakan pasukan elit dari tiga angkatan (Kopassus/AD, Kopaska, Marinir/AL, dan Kopaskhasau/AU) di Poso untuk latihan perang saja. Tetapi juga untuk melakukan kegiatan social kemasyarakatan.

“Latihan perang hanya sehari dua hari. Selebihnya pasukan akan  melaksanakan  bakti social,” ujar Dandim yang diamini Pasi Teritorial (Paster) Kostrad Kolonel Bahram. Bakti social dilakukan dalam berbagai macam kegiatan. Diantaranya bersih-bersih kampung di desa Tabalu kecamatan Poso Pesisir Selatan dan gelar operasi katarak gratis di RSUD Poso.
Terkait lokasi latihan perang, Dandim Eron memastikannya di hutan Gunung Biru. Hutan gunung biru merupakan hutan yang diduga kuat sebagai sarang kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso alias Abu Wardah. “Latihan perang bukan untuk tangkap Santoso. Tapi kalau ketemu dia, ya kita ambil,” ujar Paster Kostrad Kolonel Bahram saat ditanya wartawan soal kemungkinan TNI bertemu Santoso Cs saat gelar latihan perang di Gunung Biru.
Bagaimana dengan pasukan Polri yang sekarang tengah berada dilingkaran Gunung Biru menggelar operasi Camar Maleo 2015? Dandim Eron memastikan tak akan benturan. Koordinasi antara TNI dengan Polri terus berjalan dan berlangsung dengan baik sampai dengan saat ini. “Sekarang polisi yang sedang berada di atas (hutan). Nah, saat TNI nanti melaksanakan latihan perang, posisinya bertukar. Kita (TNI) lagi yang di atas (gunung). Polisi sementara turun ke bawah (kampung),” jelasnya.
Latihan perang PPRC di Poso akan melibatkan peralatan tempur berat dan modern. Diantaranya pesawat tempur, kapal perang, tank, dan persenjataan canggih lain. “Untuk jenis pesawatnya apa, dan jumlahnya berapa tolong kalian (wartawan, red) tunggu dan tanyakan besok (hari ini, red). Karena perwira tinggi yang dari Mabes yang mengetahui soal itu baru akan tiba di Poso besok (hari ini, red) di Bandara Kasiguncu Poso,” sebut Dandim Eron.

Diketahui, Bandara Kasiguncu Poso dijadikan sebagai pusat komando latihan perang PPRC TNI di Gunung Biru. Dari pos komando latihan perang TNI di Bandara Kasiguncu diperoleh informasi bahwa latihan perang akan dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tiga kepala staf angkatan (KASAD, KASAL, KASAU) juga akan ikut serta dalam latihan perang.

Dijadwalkan, Panglima TNI bersama Kepala Staf angkatan akan tiba di Poso pada Senin (30/3). Untuk kekuatan pasukan yang akan latihan perang sendiri sudah mulai dimobilisasi pada Jum’at (27/3) melalui jalur udara langsung dari Pangkalan Udara Iswahyudi di Madiun Jawa Timur ke Bandara Kasiguncu Poso.

Soal jumlah pasukan serta jumlah peralatan tempur berat yang akan diturunkan dalam latihan perang, tak diperoleh informasi jelas. Sebab, sejumlah perwira yang sudah berada di Pos Komando latihah bandara Kasiguncu enggan menyebut karena bukan kewenangnannya. Latihan perang sendiri akan dikendalikan dari markas pusat operasi, yakni di Bandara Kasiguncu.  (bud)

Sumber: radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button