TNI Mulai Latihan, Warga Diungsikan

POSO – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan melakukan latihan perang pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) di pegunungan Gunung Biru dusun Tamanjeka kecamatan Poso Pesisir kabupaten Poso pada 31 Maret hingga 15 April 2015.

Sehari menjelang pelaksanaan latihan, kesibukan TNI tampak luar biasa di pos pusat komando latihan di terminal baru Bandara Kasiguncu Poso. Mulai dari kesibukan membuat panggung tamu undangan hingga pada gladi kotor pemaparan latihan perang pada Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Panglima Moeldoko bersama tiga kepala staf angkatan TNI (AD, AU, AL) dijadwalkan tiba di Poso besok (hari ini, red) siang, langsung di Bandara Kasiguncu.
Pembuatan panggung dan penataannya dikerjakan TNI Kodim 1307 dan Yonif 714/SM Poso. Sementara untuk teknis dan bentuk latihan perang ditangani langsung oleh Mabes TNI. Selain mereka yang sibuk mempersiapkan teknis latihan dan yang membuat panggung undangan, tak tampak pasukan lain. Termasuk ribuan pasukan yang sudah tiba dari Manado dan Makassar.
Informasi yang diperoleh di Pos Komando Latihan perang TNI Bandara Kasiguncu mengatakan seluruh pasukan yang telah tiba dari Makassar dan Manado langsung diturunkan dan disebar di titik-titik wilayah hutan Poso Pesisir yang telah ditentukan sebagai target operasi. “Semua sudah di hutan. Survei lokasi,” jelas anggota TNI yang enggan dikorankan.

Pasukan yang tengah melakukan survei di hutan ini akan bertahan hingga datangnya pasukan PPRC besok (Senin, red) sore. Dijadwalkan, seluruh pasukan elit TNI AD, AL, AU yang akan latihan perang tiba di Poso, Senin (30/3) sore. Di informasikan, seluruh pasukan elit (Kopassus, Kopaska, Marinir, Kopaskhasau) tiba di Poso langsung merangsek naik ke gunung Biru yang dikenal sebagai lokasi persembunyian Santoso alias Abu Wardah. “Tidak ada apel siaga jelang latihan. Begitu tiba di Poso, langsung bergerak ke lokasi latihan,” kata sumber di Bandara Kasiguncu, kemarin.

Dari informasi yang diperoleh Radar Sulteng, untuk pasukan elit TNI AL yang menumpangi kapal perang akan langsung lego jangkar mengapung di laut desa Tokorondo Poso Pesisir. Setelah berhenti, seluruh pasukan akan turun dan langsung naik ke Gunung Biru melewati jalur desa Tokorondo dan desa Ueralulu.

Sementara pasukan elit dari kesatuan TNI AD dan AU akan diturunkan di Bandara Kasiguncu dan langsung diangkut bergerak ke wilayah gunung biru. Latihan perang PPRC akan melibatkan 5 kapal perang 12 pesawat tempur, dan sejumlah peralatan tempur berat dan modern lain.
Sementara itu, menjelang latihan perang dimulai Senin (30/3) sore nanti, pagi ini (Senin, red) TNI akan mengosongkan tiga kampung di wilayah kecamatan Poso Pesisir. Tiga kampung yang akan dikosongkan TNI masing-masing adalah dusun Tamanjeka desa Masani, desa Ueralulu, dan kampung Sipatuo (Maros).

Ketiga kampung tersebut berada di wilayah kecamatan Poso Pesisir.  Warga penduduk yang bakal dikosongkan dari tiga kampung ini akan dimobilisasi atau diungsikan ke desa terdekat. Seperti ke desa Tokorondo, desa Masani, dan desa Tiwa’a. Di desa tempat pengungsian, warga Tamanjeka, Ueralulu dan Sipatuo (maros) akan ditampung ditempat/fasilitas umum milik desa (Baruga desa). Selama ditempat penampungan (pengungsian), seluruh warga yang diungsikan ini akan mendapat perlindungan, bantuan sekaligus jaminan hidup dari TNI.

Pengosongan tidak akan berlangsung lama. Yaitu hanya dua hari, sejak Senin (30/3) sore hingga Selasa (31/3) pagi. Latihan perang berlangsung pada malam hari. Karena itu pada tanggal 31 Maret sore, warga Tamanjeka, Ueralulu dan Sipatuo bisa kembali pulang ke rumah masing-masing.

Sementara hasil pantauan di lapangan, Sabtu dan Minggu, helikopter milik TNI melakukan pemantauan udara di sekitar wilayah Kota Palu. Dengan terbang yang cukup rendah, sejumlah peralatan berat yang dibawa helikopter tersebut terlihat cukup jelas.  Sedangkan pada Sabtu sore, belasan truk TNI dengan pasukan lengkap sudah diberangkatkan melalui jalur Sigi, Palolo dan Napu. Diperoleh informasi, pasukan elit TNI AD tersebut langsung mengepung pegunungan yang ada di seputaran Lore Utara yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok Santoso Cs. (bud)

Sumber: Radarsulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button