TNI Mulai Mobilisasi Pasukan ke Poso

POSO- Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah mulai melakukan mobilisasi pasukan ke wilayah Kecamatan Poso Pesisir Bersaudara, Kamis (26/3) siang.

Terlihat ada ratusan prajurit bersenjata lengkap yang melintasi Kota Poso menuju arah Poso Pesisir dengan menumpang sebanyak 20-an truk pengangkut pasukan.

Belum diketahui pasti kemana ratusan prajurit loreng hijau itu dimobilisasi. Saat Radar Sulteng menuju ke Bandara Kasiguncu sebagai Pos Komando pengendali latihan perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), ternyata tidak ditemukan disana. Sejumlah anggota TNI yang berada di bandara Kasiguncu mengaku tidak tahu soal keberadaan pasukan yang dimaksud. Mobilisasi kekuatan pasukan TNI ini terjadi sehari pasca ditariknya seluruh pasukan Polri dari wilayah Gunung Biru Poso Pesisir Bersaudara dan Napu, sekitar pukul 01.00 Kamis (26/3) dinihari.

Seluruh kekuatan pasukan Polri terdiri dari Brimob BKO Kelapa Dua Jakarta dan Polda Sulteng diturunkan dari wilayah gunung biru dan ditarik ke Mapolda Sulteng seiring berakhirnya Operasi Camar Maleo (OCM) tahun 2015 kemarin. Polri menggelar OCM selama dua bulan penuh, sejak 26 Januari hingga 26 Maret 2015.  OCM dilakukan Polri untuk mengejar dan menangkap kelompok sipil bersenjata Poso pimpinan Santoso alias Abu Wardah.
Lalu dimana keberadaan ratusan pasukan TNI yang dimobilisasi? Informasi yang diperoleh dari sejumlah anggota TNI menyebutkan bahwa ratusan pasukan tersebut dimobilisasi untuk melakukan survei wilayah yang akan dijadikan lokasi latihan perang PPRC. Survei pasukan dilakukan di wilayah Gunung Biru yang menembus Dusun Tamanjeka, Desa Masani Kecamatan Poso Pesisir, Desa Tangkura Kecamatan Poso Pesisir Selatan hingga memutar wilayah Napu Lore Utara sebagai lokasi latihan perang TNI. Seluruh pasukan yang diturunkan melakukan survei berasal dari Yonif 714 Sintuwu Maroso Poso.
Tidak hanya menugaskan pasukan untuk melakukan survei wilayah latihan perang, Komando TNI juga menugaskan puluhan prajuritnya dari Kodim 1307 Poso dan Batalyon Infanteri 714 Sintuwu Maroso Poso untuk kerja bakti di Desa Tabalu Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Di desa pertama saat memasuki Kecamatan Poso Pesisir Selatan dari Kota Poso ini, pasukan TNI membersihkan lapangan sepak bola dan masjid desa.  Lapangan sepak bola dibersihkan karena akan dijadikan tempat pelaksanaan bakti sosial operasi mata bagi warga penderita katarak.
Sementara itu, di Pos Pusat Komando pengendali latihan perang PPRC di Bandara Kasiguncu Poso belum tampak aktivitas berarti. Belasan pasukan TNI dari Mabes TNI yang sudah sejak tiga hari ini berada di Pos Pusat Komando latihan hanya melakukan aktifitas ringan. Mereka tampak merapikan tumpukan belasan peti dan koper yang konon berisi peralatan perang. Dari informasi yang diberikan perwira di Pos Komando menyebut bahwa pesawat Hercules TNI AD telah mendarat di bandara Kasiguncu pada Kamis (26/3) pagi untuk mengantar sejumlah peralatan dan kebutuhan latihan perang. Di antara peralatan yang dibawa pesawat Hercules berupa perangkat peralatan pemantauan latihan perang yang akan digunakan Panglima TNI Moeldoko untuk memantau langsung latihan perang di Gunung Biru. Bandara Kasiguncu sendiri berada dijarak 13 KM arah barat Kota Poso dan atau sekitar 8 KM arah Timur Dusun Tamanjeka. Di bandara Kasiguncu, Pos Pusat Komando Latihan Perang PPRC menempati bangunan gedung terminal baru Bandara yang belum difungsikan. Dari Pos inilah nanti, pelatihan perang dikendalikan. Pengendali sekaligus komando latihan perang akan dipegang langsung Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

 

Sementara ribuan personel TNI mulai berdatangan ke Kota Palu khususnya di Bandara Mutiara Sis Aljufri. Sekitar pukul 10.25 ratusan personel TNI tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri dengan menggunakan pesawat Hercules, Kamis (26/3).

Kedatangan personel TNI gelombang ke dua tersebut nantinya akan bergabung dengan ribuan personel TNI lainnya di pegunungan Tamanjeka Poso Pesisir pekan depan. Selain TNI Angkatan Darat, TNI angkatan udara dan Laut juga akan ikut bergabung dalam latihan tempur tersebut. Sementara pihak Bandara Mutiara Sis Aljufri melalui PPID Bandara Mutiara Sis Aljufri, I Kadek Y Sastrawan dihubungi via ponsel mengatakan, sudah beberapa pesawat Hercules dan helly milik TNI mendarat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu. Kehadiran pesawat dan kedatangan personel TNI tidak mengganggu jadwal penerbangan atau ada penundaan atau perubahan jadwal penerbangan komersil. “Jadi tidak ada perubahan jadwal penerbangan komersil. Pihak bandara Makassar hanya berkoordinasi dengan pihak bandara Palu, bahwa akan ada penerbangan pesawat TNI ke Mutiara Palu,” pungkasnya. (bud/ujs)

Sumber: radarsutleng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button