Uji Labfor Jadi Dasar Proses Penyidikan

PALU – Penyidik Tipidkor Polda Sulteng masih terus menunggu hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan keaslian tanda tangan mantan Sekkab Poso, Amjad Lawasa. Hasil uji Labfor ini nantinya yang bakal dijadikan dasar penyidik untuk melengkapi berkas perkara dugaan korupsi tukar guling aset Pemkab Poso ini.

Dihubungi Senin (9/2) kemarin, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Sulteng, AKBP Utoro Saputro menjelaskan, sejak pekan lalu diberikan kepada Puslabfor Polri di Makassar, penyidik Tipidkor Polda belum mendapatkan hasil dari uji Labfor tersebut. Hingga kini, pihaknya masih terus menunggu hasil dari uji Labfor, agar kasus ini bisa terungkap. “Kami masih menunggu, karena mungkin banyak juga yang harus diuji oleh Tim Labfor di Makassar, bukan hanya barang bukti dari kami,” kata Utoro.

Hasil pemeriksaan tanda tangan ini memang dibutuhkan, guna menguatkan sangkaan penyidik. Sebab, saat di-BAP, Amjad Lawasa, yang juga Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah membantah jika tanda tangan di berita acara penyerahan tukar guling aset dermaga danau Poso nomor: 031/1479/2010 merupakan tanda tangannya. “Untuk memastikan apakah keterangan tersebut benar, maka uji Labfor ini perlu untuk dilakukan,” jelasnya.

Ketika disinggung kembali terkait keterlibatan Bupati Poso dalam kasus ini, yang bertindak selaku kuasa pengguna aset dermaga danau Poso, Utoro belum mau banyak berkomentar. Yang jelas, kata dia, kapasitasnya saat ini masih sebatas saksi, meski sudah beberapa kali dimintai keterangan oleh penyidik. “Sampai sekarang masih saksi,” singkat Utoro.

Terkait dengan SK Bupati Poso tentang penetapan tukar guling dermaga nomor : 188.145/1478/2010 tanggal 6 Juli 2010, Sebelumnya Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Sulteng, AKBP Utoro Saputro menyampaikan, jika penyidik juga sudah menjadikannya sebagai barang bukti. Meski demikian, penyidik nantinya terlebih dahulu menunggu petunjuk dari pihak kejaksaan, setelah berkas perkara tersangka Yafet Santigi dan Amjad Lawasa diserahkan ke pihak kejaksaan. “Setelah berkas kita limpahkan, nanti jaksa yang berikan petunjuk selanjutnya (penetapan tersangka lain),” kata Wadirkrimsus. Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulteng kini juga tengah menunggu hasil audit BPKP RI Perwakilan Sulteng, terkait perhitungan kerugian Negara yang ditimbulkan dari kasus ini. (af/*)

Sumber: radar sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button