UNTAD Ketambahan Satu Lagi Professor

Rektor: Prof Nur Ali, Gurubesar dalam Psikologi Sosial

—-

Setelah melalui proses yang Panjang dan lama, Muhammad Nur Ali akhirnya diangkat dalam jabatan Profesor (Gurubesar) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim, setelah Surat Keputusan ditandatangani pada 12 April 2021. Pengangkatan Prof Dr Muhammad Nur Ali M.Si, tertuangdalam Surat Keputusan Mendikbud Nomor23746/MPK.A/KP.05.01/2021 tertanggal 12 April 2021.

Prof. Dr. Muh. Nur Ali, M.Si.

 

Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir H Mahfudz MP., IPU., ASEAN Eng., mengatakan itu kepada Suara Sulteng. Menurut Rektor, tahun 2020, salah seorang gurubesar FISIP telah memasuki masa pensiun (Prof Sulaiman Mamar), sehinggapraktis hanya ada satu orang GB di FISIP, yakni Prof Dr Muhammad Khairil M.Si, gurubesar dalam bidang Ilmu Komunikasi. Dengan diangkatnya Prof Dr Muhammad Nur Ali M.Si dalam bidang Psikologi Sosial, maka saat ini FISIP Kembali memiliki dua orang guru besar. Hal ini sangatdibutuhkan, kata rektor, sebab FISIP memiliki satu Program Doktoral yakni S3 Ilmu Sosial yang memerlukan keberadaanseorang profesor dalam pembimbingan calon doktor.

Menyinggung lamanya proses suatu usulan untuk disetujui, Rektor Prof Mahfudz mengatakan, hal itu umumnya berkaitandengan artikel yang diajukan dalam memenuhi bidang Penelitian dan publikasi dalam Penilaian Angka Kredit (PAK). MenurutRektor, sekalipun seseorang memiliki banyak artikel ilmiahnamun jika dianggap tidak bereputasi, atau terbit di jurnal predator, maka karya ilmiah tersebut tidak akan diakui oleh timpenilai. Lebih lanjut Rektor mengatakan, untuk mendudukijabatan profesor saat ini, menang bukan hal yang mudah. Intinya, kata Rektor, dilihat dari karya ilmiah nasional dan internasional yang terbit di jurnal bereputasi. Selain itu, tandasRektor, karya ilmiah juga harus bersih dari kecurigaanplagirisme, baik autoplagiarisme maupun nonautoplagiarisme. Untuk itu, pinta rektor, dosen diingatkan untuk lebih berhati-hatidalam menulis karya ilmiah, sebab selain terbit di jurnalbereputasi nasional dan internasional, juga harus menjaga nilai-nilai kepatutan. Ketika ditanya apa maksud nilai kepatutan, Prof Mahfudz mencontohkan, jika ada dosen yang memiliki publikasi15 per tahun, maka ini jelas tidak berkepatutan. Tim Penilaipusat akan curiga. Kapan penelitiannya, kapan menulisnya, dan kapan mempublikasikannnya. Jadi, lanjt Rektor, semua sisiharus terjaga. “Berkualitas dan berkepatutan”, pungkas Rektor.

 

HANYA BISA BERSYUKUR

Prof Dr Muhammad Nur Ali M.Si ketika dihubungi via WhatsApp perihal pengangkatannya sebagai profesor dalambidang Psikologi Sosial, dia hanya menjawab singkat. “Saya hanya bisa bersykur kepada Allah dan berterima kasih kepadaPak Rektor dan seluruh kolega”, katanya. Prof Nur Ali juga menceritakan bahwa usulannya yang diajukan Rektor keKemendikbud sudah tergolong lama, namun sebagai akademisi, katanya, kita tidak boleh putus asa. Jika ada yang harusdiperbaiki, kita harus patuh, bukan menyalahkan pihak lain, urainya. Bahkan, pihaknya juga banyak belajar dari proses inibahwa dalam hidup itu hanya sabar dan tawakkal kata kuncidalam membangun harap. Bukan emosi apalagi mencak-mencak. Sabar, sabar dan tawakkal kepada Allah. Toch, yang namanya reziki, kata Prof Nur Ali, kita hanya berusaha namunAllah jualah yang menentikan pada akhirnya.

Pada kesempatan terpisah, Dekan FISIP Untad, Prof Dr Muhammad Khairil M.Si yang dihubungi via WhatsApp mengatakan, sebagai dekan, pihaknya sangat bersyukur atas capaian beliau (Prof Nur Ali, red), karena FISIP memang saatini minus profesor dari sisi jumlah dibandingkan jumlah dosen. Pihaknya juga berharap agar beberapa usulan gurubesar yang dirikim Rektor ke Kemendikbud segera mendapat respons dalamproses penilaiannya. Semoga kolega kami yang sedangdiusulkan oleh Pak Rektor tidak lama akan ada lagi kabar bahagia, kata Dekan penuh harap.(ss/002)

Related Articles

Back to top button