Walikota Palu Imbau Manfaatkan Potensi Energi di Sulteng

PALU- Walikota Palu H Rusdy Mastura pada acara dialog dan sosialisasi PP 79 tahun 2014 Tentang Kebijakan Energi Nasional, Selasa(7/4) di Hotel Mercure Palu mengatakan di Sulawesi Tengah, memiliki potensi energi yang besar, energi baru dan terbarukan sehingga perlu dimanfaatkan untuk kebutuhan pemenuhan energi.

“Ternyata potensi sumberdaya energi di daerah kita lebih banyak dibanding daerah lain, pontensi air, potensi panas bumi, angin, gelombang laut yang cukup besar potensinya,”Ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dialog atau diskusi yang dilakukan Dewan Energi Nasional terkait dengan Kebijakan Energi Nasional tentunya bisa dimanfaatkan untuk mengelola potensi energi yang dimiliki daerah untuk masa mendatang” Jangan lagi kita saling menyalahkan atas kekurangan energi kita tapi kita bersama-sama mencari solusi apa yang dapat kita buat ke depan,”tegas Walikota Palu.

Tak hanya itu, selain ikut serta dalam program pengurangan emisi gas rumah kaca dengan memanfaatkan gas metan yang bersumber dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi energi listrik seperti yang telah dilakukan pemerintah Kota Palu yang menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Boras Swedia sejak tahun 2009.
Sementara itu, anggota DEN, Syamsir Abduh mengatakan bahwa terkait visi Kebijakan Energi Nasional menuju 2050, merupakan modal pembangunan atau modal besar bangsa, kita selama ini banyak mengandalkan hanya sektor energi fosil yang suatu saat akan habis, maka ke depan pemanfaatan energi baru terbarukan.
Lebih lanjut disampaikan Syamsir bahwa sektor energi merupakan sektor yang berperan sangat tinggi dalam pertumbuhan nasional dan penyerapan tenaga kerja, dalam rumusan Kebijakan Energi Nasional 2050, DEN mengutamakan perubahan paradigma pengelolaan energi untuk menjadi modal pembangunan nasional, memprioritaskan penggunaan energi terbarukan, mengurangi impor energi fosil secara bertahap dan ketergantungan pada impor energi, menyediakan subsidi energi, menyediakan cadangan energi nasional, serta konservasi energi.

Dalam pengelolaan energi terbarukan harus ada pengelolaan yang mendukung, harus ada audit energi, teknologi hemat energi, pengembangan iklim usaha yang hemat energi, sistem transportasi yang hemat energi, sehingga kita tidak membakar uang kita,” ujarnya.

Seraya menambahkan bahwa sebagaimana yang diamanatkan dalam PP Nomor 79 Tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), salah satu isi yang terkait bauran energi, didalamnya telah dirumuskan penggunaan energi terbarukan sebesar 31 persen pada tahun 2050

Pada kesempatan itu sejumlah anggota Dewan Energi Nasional hadir dalam kegiatan pertemuan tersebut diantaranya, Syamsir Abduh, Rialdy Abduh, Tumiran dan Achdiat Atnawinata.Sedangkan dari Pemkot Palu, hadir walikota Palu, H Rusdy Mastura, Wakil Walikota Palu H Andi Mulhanan Tombolotutu SH, Manajer PT PLN Area Palu, Novalince Pamuso serta sejumlah pejabat dari pemerintah provinsi Sulteng, termasuk juga tamu undangan dari sejumlah daerah di Sulawesi dan provinsi lain..(Humas Kota Palu)

sumber: beritapalu.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button