Trending

Penerimaan CASN Kemendikbudristek Masih dalam Masa Sanggah

Penerimaan CASN Tahun 2021 yang baru saja diumumkan hasilnya untuk tahap pertama, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, masih menyisahkan kerisauan sejumlah peserta. Pasalnya, Kemendikbudristek menerapkan aturan baru yang selama ini sama sekali tidak disosialisasikan. Hal ini berbeda dengan pola yang diterapkan Panselnas Penerimaan CASN 2021 yang selama ini telah mensosialisasikan secara sistematis tentang Tes Kompetensi Dasar (SKD) yang terdiri atas 3 (tiga) Subtest, yaitu (i) Tes Wawasan Kebangsaan (TWK); (ii)  Tes Intelegensi Umum (TIU);  dan (iii) Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Jumlah soal dan kisi-kisi setiap subtest pun telah disampaikan melalui berbagai media.

Menurut salah seorang peserta berinisial RN yang ikut di Gorontalo dengan tujuan Universitas di Jawa, pihaknya selama ini sangat fokus ke TKD sebab bagi mereka yang lolos dari TKD, maka penentuan kelulusan akhir bergantung akumulasi antara TKD dengan Test Kompetensi Bidang (TKB), di mana TKB tidak memberlakukan passing grade melainkan ranking. Berbeda dengan TKD yang selain menggunakan passing grade secara total juga passing grade masing-masing subtest. Namun, kata RN, tahun ini Kemendikbudristek memberlakukan passing grade masing-masing subtes, di mana terdapat 6 (enam) subtest pada TKB sehingga peluang untuk tidak lulus seorang peserta justru sangat besar sekalipun lolos dari Passing Grade TKD.

Atas kondisi tersebut, lanjut RN, saat ini banyak formasi yang terpaksa harus kosong jika pihak Kemendikbudristek tidak mendengar keluhan peserta dari daerah. Saat ini, kata RN, masih sedang dalam masa sanggah atas pengumuman pertama di mana banyak peserta belum dinyatakan Tidak Lulus (TL) tetapi masih dalam status TMS-1 (Tidak Memenuhi Standar) satu dari 6 subtest yang diujikan yakni (i) Etika dan Tri Darma Perguruan Tinggi; (ii) Literasi Bahasa Inggris (iii) Penalaran dan Pemecahan Masalah; (iv) Dimensi Psikologis; (v) Wawancara; dan (vi) Praktek Mengajar (micro teaching). Maisng-masing subtes kata RN, memailiki passing grade sehingga satu saja di antara 6 subtes tersebut tidak memenuhi standar maka seseorang dinyatakan TMS (tetapi belum dinyatakan TL—Tidak Lulus).

Atas status TMS-1 yang telah diumumkan pada pengumuman pertama, diharapkan agar dalam masa sanggah ini, ada political will dari Pak Menteri Dikbud dan jajarannya untuk melakukan koreksi atas pendekatan tersebut sebab selama ini tidak pernah dibelakukan pola seperti itu. Atas model subtest yang ber-passing grade masing-masing, banyak formasi di pergutuan tinggai yang tidak terisi dalam pengumuman tahap pertama. “Kami berharap ada koreksi yang tidak mengorbankan orang lain melainkan untuk mengisi formasi yang kosong”, katanya.

TERJADI DI SEMUA PTN

Sementara itu, apa yang dialami PTN lain di Indonesia, itu juga yang terjadi di Universitas Tadulako. Akibatnya, ada yang pesertanya hanya satu orang yang lolos dari Test SKD dengan formasi 3 orang misalnya, harus kosong hanya gegara satu di antara 6 subtest SKB tersebut tidak memenuhi passing grade padhal secara total nilainya tinggi. Pada tahun sebelumnya, khusus untuk Test SKB tidak menggunakan istilah passing grade per subtest melainkan hanya nilai total. Dengan demikian, kata Koordinator Kepegawain Universitas Tadulako, Amir Makmur, banyak formasi yang tidak terisi. Namun, katanya, karena saat ini masih masa sanggah, pimpinan Universitas Tadulako sedang mengajukan sanggahan di masa sanggah yang disampaikan ke Pansel Kemebdikbud agar mereka yang mendapat status TMS-1 bisa berubah menjadi L (Lulus) terutama pada formasi yang kosong bagi mereka yang telah dinyatakan lolos di test SKD dengan nilai yang tinggi.

Ditanya soal kapan pengumuman final setelah melewati masa sanggah, Amir Makmur belum mendapatkan informasi dari pusat. Yang pasti, kata Amir, hampir semua PTN mengajukan saran-saran selama masa sanggah demi mengisi formasi yang kosong dan tidak mengorbankan yang telah dinyatakan lulus. Demikian juga sanggahan yang diajukan secara perorangan, tanpa menggugurkan yang telah lulus melainkan mengisi formasi yang masih kosong, katanya.(ss04)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button